Jumat, 17 Agustus 2012

PERPISAHAN dengan Sahabat-Sahabat

Mungkin jika mengenang saat ku memutuskan untuk pergi meninggalkan kalian, mungkin itu merupakan suatu kesalahan besar yang pernah ku lakukan, namun demi sebuah cita-cita kurelakan untuk pergi, seperti ada sebuah kalimat yang selalu memotifasi saya yaitu " TIADA PRESTASI YANG GEMILANG TANPA PENGORBANAN DAN PERJUANGAN", Dengan kalimat ini aku selalu berpikir bahwa suatu saat nanti kita akan bertemu lagi, jadi tak apalah kita berpisah untuk sementara.

Waktu hari keberangkatan telah tiba, saat sampai di bandara hatiku sangat kecewa dan bersedih saat untuk pergi meninggalkan semua yang ada di tanah Toar dan Lumimuut ini, mungkin saat itu aku belum siap untuk pergi, namun karena keesokannya saya harus pergi ke kampus, jadi ngak tahu harus bagaimana lagi. Sampai tiba waktunya pramugari mengatakan bahwa "penerbangan dengan pesawat Lion Air JT0740 dengan tujuan Ujung pandang telah mendarat, dan di persilakan untuk melakukan boarding" di situlah perasanku semakin kacau, semakin tersa sedih saat untuk meninggalkan kalian. Namun aku teringa lagi dengan kata yang selalu memotifasi saya, terpaksa saya melangkah untuk pergi, menunggu dan menunggu sampai waktu untuk naik ke dalam pesawat...


Saat tiba di dalam peswat, waktu itu saya duduk di samping jendela, ku buka jendelanya dan melihat keluar, sambil mengingat semua kenangan yang pernah aku rasakan bersama Sahabat-sahabatku yang ada di sini, dan yang terakhir adalah waktu kemarin malam (28/07) yakni saat pemilihan Toar Lumimuut Minsel, di situlah yang menjadi malam terakhir saya bersama sahabat saya. Sebelum kita pergi ke acara itu, orang tua dari sahabat saya itu memberikan suatu ajaran, dan wejangan. Dalam acara itu aku tak terlalu konsen menikmati acara tersebut, di pikiranku selalu terbayang-bayang tentang kejadian pada besok hari. Setelah acara selesai, ngak sampai selesai shi, heheee,.. kami langsung pulang, dalam perjalanan kami bercanda tawa terus, mungkin ini canda tawa kita yang terakhir (untuk saat ini shii..) hehe.. setelah sampai di rumahnya kira-kira waktu sudah menunjukan 00.30, saya meminta untuk berfoto yang terakhir bersamanya, kurang lebih 5 foto.


setelah itu dia menyuruhku untuk pulang karena sudah larut malam, di tambah lagi pagi-pagi sekali saya harus ke gereja bersama keluarga, itulha perpisahan yang selalu menghantuiku sampai di dalam pesawat, sebelum pesawat berangkat saya sempat menelponnya, saya hanya berkata selamat tinggal, dan di hanya menjawab "iya hati-hati di sana", begitu juga dengan sahabat-sahabatku yang lain, ada yang memberikan nasehat kepada saya untuk selalu kuat, dia mengatakan bahwa "Tuhan punya rencana yang baik, jika suatu saat nanti kamu balik dengan kesuksesan yang kamu dapat, itu juga akan menjadi suatu kebanggaan kami" di situlah air mataku mulai tercurah, hati semakin bersedih. pandanganku selalu mengarah ke luara, aku sungguh tak dapat menahan semua ini, sampai aku mencoba untuk menenangkan diriku.


Setelah sampai di tempat tujuanku, aku berpikir bahwa di sinilah aku berjuang mencari jati diriku dan cita-citaku, sungguh tak dapat ku bayangkan semua ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar